Teknik menjual ini saya share buat Anda yang merasa tidak bisa berjualan. Sama seperti saya dulu 🙂 Tapi setelah sedikit demi sedikit belajar dan praktek akhirnya bisa juga kok. Yuk kita langsung belajar tekniknya :

1. Kenali produknya
Sebagai penjual, kita perlu mengenali produk yang kita jual (product knowledge). Bermanfaat sekali buat bekal berjualan. Namun dari pengalaman saya ketika menjual kosmetik dan produk perawatan tubuh, calon pembeli akan lebih yakin jika kita menggunakan sendiri produknya dan bercerita tentang khasiat produk yang kita gunakan. Lebih afdol lagi kalau ada sampelnya jadi pembeli bisa mencoba.

Mengenali produk termasuk juga mengenali manfaat produk. Bagaimana produk Anda bisa sesuai dengan kebutuhan calon pembeli. Sebagai contoh dia ingin wajahnya bersih tanpa jerawat maka butuh produk yang bisa mengatasinya. Tawarkan produk khusus kulit berjerawat. Selalu pastikan kita menawarkan  sesuai kebutuhannya.

2. Tawarkan produk pelengkap
Kenal dengan teknik ini? Misalnya, kita membeli jilbab di sebuah toko perlengkapan muslim. Si penjual biasanya akan bertanya, ”Sekalian bros-nya bu? Atau beberapa waktu lalu saya membeli nasi rames, si kasir sudah siap menawarkan, ”Rotinya sekalian bu?”. Teknik ini adalah teknik yang sangat mudah dan bisa dilakukan siapapun.

3. Gunakan teknik konsultasi / Consultative Selling
Tawarkan produk yang dibutuhkan calon pembeli dengan melakukan fungsi sebagai seorang konsultan. Fokus pada membantu pembeli. Identifikasi produk apa yang dia butuhkan. Kalau kemudian dia masih ragu-ragu untuk membeli, tanyakan sebabnya. Jika karena budget/anggaran, tawarkan produk sejenis dengan harga yang lebih ekonomis. Intinya, kita berikan solusi atas kebutuhan dan masalah yang dia hadapi.

4. Gunakan bahasa yang mudah dipahami
Jangan terlalu banyak menggunakan istilah asing yang membingungkan dan tidak dipahami.

5. Bertanya
Jangan lupa untuk bertanya. Kadang karena asyik menjelaskan produk kita jadi lupa bertanya apa produk yang dibutuhkan. Bertanya bisa membuat calon pembeli lebih terikat dengan kita. Komunikasi akan terjalin 2 arah dan dia juga memiliki kesempatan untuk didengarkan kebutuhan dan keinginannya.

6. Perhatikan bahasa tubuh
Jika sudah terlihat bosan maka Anda harus menghemat kata-kata 🙂 Atau  jika dia terlihat terburu-buru maka Anda juga harus bisa mengerti dan jangan melanjutkan penawaran. Jika dia tidak keberatan, minta nomor telepon agar Anda bisa menghubungi di kesempatan lain.

7. Atasi penolakan
Kemungkinan ditolak atau keberatan dengan penawaran itu pasti ada. Bisa jadi dia sebenarnya tidak mutlak menolak melainkan lebih pada ingin mengetahui lebih jauh tentang produk. Gali penyebab penolakan lalu sampaikan solusinya. Penolakan sebenarnya adalah peluang untuk mengatasi ketidakyakinan mereka.

8. Closing
Closing adalah kata-kata seperti : “Ibu jadi ambil merk yang mana ?”
Jika calon pembeli belum memutuskan, berikan waktu untuk berpikir namun tetap kasih batas waktu. Ini untuk menjaga keterikatan dengan mereka. Tetapkan kapan Anda bisa kontak mereka kembali.

Simpel kan. Pada dasarnya semua bisa dipelajari. Tapi memang perlu persiapan agar kita bisa menyampaikan informasi produk secara efektif. Pastikan Anda memiliki waktu persiapan yang memadai dan benar-benar memahami manfaat produk. Jangan hanya fokus pada model produknya. Selamat menjual 🙂

Teknik Menjual buat Pemula
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!