Contoh lain penerapan percakapan telepon bisnis etis ketika menawarkan produk dan melakukan follow up.

Ari  : “Selamat pagi, dengan bu Fitri?”
Fitri: “Iya benar.”
Ari  : “Saya Ari dari “Tampil Alami”. Saya dapat nomor HP ibu waktu kita jadi peserta “Lomba Masak Bergizi”.”
Fitri: “Oh iya mbak Ari. Ada apa, mbak?”
Ari  : “Begini bu, waktu di acara lomba, ibu menyampaikan bahwa ibu tertarik dengan produk “Tampil Alami”. Untuk itu saya ingin memperlihatkan katalognya. Saya bisa jadwalkan datang ke rumah ibu hari ini atau besok.”
Fitri: “Silahkan, mbak. Hari ini saja. Saya ada di rumah dari jam 10.00-11.00.”
Ari  : “Baik, kalau begitu jam 10.00 saya bawakan katalognya ke rumah ibu. Terima kasih, bu Fitri”
Fitri: “Sama-sama, mbak Ari.”

Ari melakukan follow up penawaran 2 hari kemudian :
Ari  : “Selamat pagi, bu Fitri. Saya Ari dari ”Tampil Alami”. Dua hari yang lalu saya mengantar katalog ke rumah ibu.”
Fitri: “Oya mbak Ari. Maaf saya belum sempat lihat katalognya.”
Ari  : “Tidak apa-apa. Begini, bu Fitri. Saya ada informasi menarik buat ibu. Bulan ini ada promo bedak anti kilap khusus untuk kulit berminyak. Mengandung formula matte yang bisa menyerap minyak berlebih.”
Fitri: “Tapi kulit saya tidak berminyak. Apa bisa untuk remaja? Anak saya kulitnya berminyak.”
Ari  : “Bisa, bu. Bisa dipakai remaja karena kulit remaja juga cenderung berminyak.”
Fitri: “Ada pilihan warnanya tidak, mbak?”
Ari  : “Ada 2 pilihan warna. Untuk kulit cenderung putih bisa pilih warna A sedangkan kulit coklat bisa pilih warna B.”
Fitri: “Harganya berapa, mbak?”
Ari  : “Harga normal Rp 85.000. Tapi bulan ini diskon harganya cuma Rp 59.900.”
Fitri: “Menarik juga. Saya pesan 1 yang warna A ya mbak. Bisa diantar ke rumah hari ini? Pembayarannya bagaimana?”
Ari  : “Baik, bu. Maaf kalau hari ini tidak bisa. Saya harus ambil barangnya dulu di kantor siang ini, bu. Besok baru bisa saya antar ke rumah. Pembayaran dengan Cash On Delivery.”
Fitri: “Oh begitu. Tidak ada stok di rumah ya, mbak?”
Ari  : “Tidak, bu. Saya hanya ambil barang yang saya pakai sendiri atau sesuai pesanan sehingga pelanggan bisa dapat barang yang tidak berdiam lama di tempat saya.”
Fitri: “Baik, mbak Ari. Besok tidak apa-apa. Saya tunggu jam 10.00 ya.”
Ari  : “Baik, bu Fitri. Saya antar barangnya besok jam 10.00. Terima kasih.”
Fitri: “Sama-sama, mbak.”

 

Contoh Percakapan Telepon Bisnis Etis-Tawarkan Produk untuk Perorangan (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!