Etika Percakapan Telepon Bisnis-Follow Up

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posting kali ini adalah contoh etika percakapan telepon bisnis jika penelepon melakukan follow up atas penawaran yang diajukan sebelumnya pada calon konsumen.

Misalnya, Teti mengajukan penawaran pada Dini :
Teti : “Selamat pagi, dengan bu Dini?”
Dini : “Iya benar.”
Teti : “Saya Teti dari “Kosmetik Alami”. Saya dapat nomor HP ibu waktu kita jadi peserta seminar bisnis 3 hari yang lalu.”
Dini : “Oh iya saya masih ingat. Ada apa, mbak?”
Teti : “Begini, bu. Waktu di seminar bisnis, ibu menyampaikan ingin melihat beberapa produk “Kosmetik Alami”. Untuk itu saya ingin berkunjung ke rumah ibu siang atau sore ini dan memperlihatkan katalognya.”
Dini : “Oh begitu. Siang saja, mbak. Saya ada di rumah jam 14.00.”
Teti : “Baik, bu Dini. Nanti jam 14.00 saya bawakan katalognya ke rumah ibu. Terima kasih.”
Dini : “Sama-sama, mbak Teti.”

Setelah 2 hari meninggalkan katalog di rumah bu Teti, Dini melakukan follow up penawaran :
Teti : “Selamat pagi, bu Dini.”
Dini : “Selamat pagi.”
Teti : “Saya Teti dari “Kosmetik Alami”. Dua hari yang lalu saya meninggalkan katalog produk di rumah ibu.”
Dini : “Oh iya saya masih ingat. Mbak Teti, ada yang ingin saya tanyakan.”
Teti : “Terima kasih. Silahkan, bu. Ada yang bisa saya bantu?”
Dini : “Saya kerja di kantor. Tidak memiliki banyak waktu di pagi hari untuk pakai pelembab dan alas bedak. Jadi saya langsung pakai bedak di wajah saya. Apa BB cream bisa jadi pengganti pelembab dan alas bedak?”
Teti : “Baik, bu Dini. Sebelumnya saya perlu tahu dulu jenis kulit ibu.”
Dini : “Kulit saya berminyak, mbak.”
Teti : “Baik, karena kulit ibu berminyak, ibu bisa gunakan BB cream tanpa mengaplikasikan pelembab terlebih dulu. Ibu juga tidak perlu menggunakan alas bedak jika sudah menggunakan BB cream.”
Dini : “Wah, praktis juga ya mbak. Cocok buat saya yang selalu terburu-buru di pagi hari.”
Teti : “Benar, bu. Jangan lupa tetap gunakan bedak setelah ibu mengaplikasikan BB cream.”
Dini : “Baik, mbak Teti. Kalau begitu saya pesan 1 ya mbak.”
Teti : “Baik, bu Dini.”

Referensi gambar : pixabay.com

Contoh Etika Percakapan Telepon Bisnis-Follow Up Penawaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!