MLM Oriflame dan Fatwa MUI tentang MLM Syariah

Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional No : 75/DSN MUI/VII/2009 tentang Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) ditetapkan pada tanggal 25 Juli 2009.

Dalam fatwa MUI terkait MLM syariah sedikitnya terdapat 12 persyaratan lembaga yang ingin berbisnis MLM syariah. Berikut penjelasan mengenai kesesuaian MLM Oriflame dengan fatwa MUI tersebut.
1. Adanya obyek transaksi riil yang diperjualbelikan berupa barang atau produk jasa
Oriflame jelas memiliki produk yang nyata untuk diperjualbelikan.

2. Barang atau jasa yang diperjualbelikan bukan sesuatu yang haram atau dipergunakan untuk sesuatu yang haram
Simak penjelasan kandungan produk Oriflame di official statement Oriflame

3. Transaksi dalam perdagangan tersebut tidak mengandung unsur gharar, masyir, riba, dharar, dzulm, maksiat
Gharar adalah kontrak yang tidak lengkap dan jelas.
Masyir artinya mengandung perjudian.
Penjelasan mengenai MLM Oriflame dan gharar, masyir, riba serta dzulm bisa disimak di posting “Kehalalan Produk dan MLM Oriflame”.
Dharar yaitu menimbulkan akibat yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dalam transaksi jual beli di bisnis Oriflame tidak ada yang dirugikan. Harga produknya jelas, demikian juga dengan manfaat produk.
Tentang maksiat, tidak ada unsur maksiat atau hal-hal tercela dalam bisnis Oriflame.

4. Tidak ada kenaikan harga/biaya yang berlebihan sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas/manfaat yang diperoleh
Ada beberapa kisaran harga produk Oriflame mulai dari harga yang terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah sampai dengan harga yang terjangkau bagi kalangan menengah ke atas. Harga produk sebanding dengan kualitasnya. Untuk harga produk yang lebih tinggi, kualitas produk sepadan dengan harga tersebut.

Dibanding produk impor lain yang sejenis dengan kualitas sama, produk Oriflame lebih murah.

5. Komisi yang diberikan perusahaan kepada anggota baik besaran maupun bentuknya harus berdasar pada prestasi kerja nyata
Komisi yang diberikan Oriflame kepada membernya dihitung berdasar omset penjualan baik pribadi maupun jaringan. Tidak ada komisi jika hanya merekrut. Bisnis Oriflame menerapkan sistem perhitungan penghasilan yang adil. Hanya yang bekerja yang mendapat hasil. Oleh karena itu, yang gabung lebih dulu  penghasilannya tidak selalu lebih besar. Meskipun gabung belakangan, member punya peluang untuk mendapatkan penghasilan lebih besar daripada yang gabung lebih dulu. Siapapun member, apapun latar belakangnya, dan kapan dia bergabung tidak mempengaruhi komisi yang diterima. Oriflame memberi komisi sesuai kerja atau usaha yang dilakukan

Mengenai uang pendaftaran member baru (Rp 49.900), uang tersebut dikembalikan dalam bentuk fasilitas berupa Starterkit. Apa saja isi starter kit bisa disimak di posting “Mengenal Isi Starter Kit”.

6. Bonus yang diberikan perusahaan kepada anggota harus jelas jumlahnya ketika dilakukan transaksi sesuai dengan target penjualan
Cara menghitung bonus ada di buku Consultant Manual Oriflame. Consultant Manual ada dalam Starter Kit, perangkat untuk memulai bisnis Oriflame. Perhitungan bonus juga bisa dipelajari dari training-training ketika sudah tergabung sebagai member. Bagi yang belum tergabung memberpun bisa mempelajari perhitungan tersebut.

7. Tidak boleh ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh secara reguler tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang atau jasa
Komisi dalam bisnis Oriflame diberikan berdasar 23% dari hasil penjualan pribadi. Komisi juga diberikan jika Anda merekrut dan membina orang yang Anda rekrut (downline) hingga bisa menghasilkan penjualan. Kalau Anda hanya merekrut namun downline Anda tidak menghasilkan penjualan maka Anda tidak mendapat komisi.

Komisi dihitung secara adil sehingga member mendapatkan penghasilan sesuai kerja yang dilakukan.

Oriflame juga memberlakukan sistem tutup poin yaitu target belanja pribadi tiap bulan. Tidak ada komisi yang diterima jika member hanya menunggu hasil kerja jaringan downline tanpa tutup poin. Walaupun jaringan downline memiliki omset penjualan yang besar, namun tidak ada komisi yang diterima jika Anda tidak memenuhi target belanja pribadi di bulan tersebut.

8. Pemberian komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota tidak menimbulkan ighra’
Ighra’ artinya iming-iming yang berlebihan. Reward (penghargaan) yang diberikan Oriflame pada membernya tidaklah berlebihan. Reward diberikan sesuai dengan kerja yang dilakukan member.

Reward yang tercantum dalam Success Plan Oriflame dijadikan panduan bagi member dalam menentukan target dan memotivasi member untuk mencapai target tersebut.

Sudah ada bukti pencapaian member yang mendapat reward penghasilan bulanan dan cash award hingga ratusan juta, mobil, dan jalan-jalan ke luar negeri gratis.

9. Tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya
Oriflame memiliki sistem perhitungan penghasilan yang adil. Siapapun yang levelnya di atas atau sudah gabung duluan belum tentu penghasilannya lebih besar dari level bawah. Penghasilan yang didapat sesuai dengan hasil kerja yaitu besarnya omset penjualan yang dicapai member.
Simak ilustrasi perhitungan penghasilan (bonus) dalam posting “Ilustrasi Perhitungan Penghasilan di Bisnis Oriflame”.

10. Sistem perekrutan keanggotaan, bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan akidah, syariah, akhlak mulia seperti syirik, kultus, maksiat, dan lain-lain
Dalam merekrut member sistem yang digunakan bisa secara online maupun offline. Online menggunakan media blog, sosial media, dsb. Sedangkan offline dengan mengadakan presentasi produk dan peluang bisnis dalam bentuk pertemuan seperti OOM (Oriflame Opportunity Meeting).

Penghargaan seperti penghasilan bulanan, cash award, mobil, jalan-jalan ke luar negeri tidak bertentangan dengan akidah.

Untuk acara seremonial seperti rekognisi bagi member yang naik level, dilakukan dalam acara pertemuan rutin leader yang diadakan tiap bulan.  Rekognisi ini untuk memotivasi member lainnya agar lebih semangat untuk berhasil.

Jadi dalam sistem perekrutan anggota, bentuk penghargaan dan acara seremonial tersebut tidak ada hal yang tidak sesuai dengan akidah, syariah, dan akhlak mulia.

11. Setiap mitra usaha yang melakukan perekrutan keanggotaan berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota yang direkrutnya tersebut
Setelah merekrut, member Oriflame punya amanah untuk membina orang yang direkrut (downline) agar dia mampu mencapai target yang diinginkan.  Downline baru juga harus diawasi agar cara kerjanya tidak menyalahi kode etik yang sudah ditetapkan.

12. Tidak melakukan kegiatan money game
Oriflame adalah MLM legal (resmi). Pemerintah mengeluarkan peraturan bahwa perusahaan yang menjalankan bisnis MLM legal adalah perusahaan MLM yang memiliki SIUPL (Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung) dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).

Perusahaan MLM legal wajib memiliki SIUPL. Namun setiap perusahaan yang memiliki SIUPL belum tentu tergabung dalam APLI.

APLI, Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia,  melakukan monitor terhadap anggotanya agar tetap pada sistem yang legal. APLI diakui oleh WFSDA (World Federation of Direct Selling Association).

Setelah SIUPL terbit, biasanya perusahaan MLM juga akan mendaftar menjadi anggota APLI.
Simak penjelasan lengkapnya di posting “Beda MLM Legal, Skema Piramida, dan Money Game

Referensi : dari beberapa sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *