Kalau kita diminta untuk memilih yang cepat dan mudah mungkin kita akan memilih memperbaiki orang lain http://static.websimages.com/JS/Punymce/plugins/emoticons/img/trans.gif🙂

Kenapa?

Karena kekurangan orang lain itu lebih cepat menyita perhatian kita daripada kelebihannya. Kita akan cepat mengkritik dan meminta bahkan kadang cenderung memaksa agar orang tersebut berubah sesuai dengan yang kita inginkan. Kalau dia menolak, kita juga akan cepat kecewa dan marah.

Jadi prosesnya memang serba cepat, mulai dari mengkritik, meminta dia berubah sesuai keinginan kita, sampai dengan kekecewaan yang mungkin kita dapat jika perubahan itu tidak sesuai harapan kita atau bahkan tidak ada perubahan yang berarti.

Capek bukan bayanginnya? Yang ada hanya rasa “sesak di dada” plus bonus “sakit kepala” 🙂

Sebenarnya, kalau kita mau belajar introspeksi dan memperbaiki diri sendiri daripada memperbaiki orang lain itu akan lebih menentramkan hati.

Wah, bukannya tambah “sesak di dada” dan “sakit kepala” karena kayaknya kita baik-baik saja kok. Tidak ada yang salah dalam lisan atau perilaku kita.

Tapi itu kan menurut kita (lebih tepatnya : ego kita).

Coba kita simulasi ya.

Misalnya ada orang yang “kita anggap” telah memperlakukan kita dengan buruk. Dia mencela hasil kerja kita. Padahal kita mati-matian supaya hasil kerja kita bisa memuaskan.

Jangan keburu emosi dulu. Fokus pada hasil kerja kita tadi. Jangan pada caranya mencela. Lalu telaah apa memang ada yang luput dari perkiraan kita. Jika memang ada yang harus kita perbaiki, maka itu akan membuat hasil kita jadi lebih baik. Namun jika kita tidak menemukan kekurangannya, maka coba gali lagi informasi dari si pengkritik. Siapa tahu dia bisa menunjukkan secara detil dan kasih saran 🙂

Ih gengsi banget minta saran kok dari si pengkritik..hehe..kalau gitu kita cari ilmunya sendiri, belajar sendiri biar jadi lebih baik. Jadikan tantangan untuk terus maju.

Percayalah, jika kita rajin introspeksi dan memperbaiki diri, kita telah menebarkan energi positif di sekeliling kita.

Tapi jangan menuntut orang lain untuk memperbaiki diri karena kita sudah memperbaiki diri ya http://static.websimages.com/JS/Punymce/plugins/emoticons/img/trans.gifhttp://static.websimages.com/JS/Punymce/plugins/emoticons/img/trans.gifhttp://static.websimages.com/JS/Punymce/plugins/emoticons/img/trans.gif🙂

Serahkan segala perubahan baik pada diri kita itu kepada Tuhan. Yang penting adalah kita memiliki nilai lebih di mata Tuhan.

Insya Allah, segala efek timbal balik yang kita rasakan akan terasa luar biasa.

Mau mencoba ?

Memperbaiki Orang Lain atau Introspeksi Diri ?

One thought on “Memperbaiki Orang Lain atau Introspeksi Diri ?

  • at
    Permalink

    yuuuk mb erna 🙂 terimakasih ya sdh mampir. Maaf baru respon 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!