idekerjadirumah.com

Kerja di Rumah dengan Bisnis MLM Oriflame

Tips Merekrut di Bisnis Oriflame

1. Percaya diri
# Agar orang percaya dengan kita, kita harus percaya diri.
# Harus yakin bahwa kita mampu meyakinkan orang lain bergabung dengan bisnis Oriflame.
# Supaya yakin, kita harus paham tentang produk dan sistem bisnis Oriflame.

2. Pahami produk dan sistem bisnis Oriflame
# Kenali produk dengan cara menggunakan sendiri agar bisa merekomendasikan produk berdasar pengalaman. Tidak perlu menggunakan semua produk. Gunakan saja beberapa produk andalan kita.
# Pahami sistem bisnis Oriflame dan sampaikan pada prospek.
Saat mereka tertarik atau mulai tanya sampaikan sistem bisnisnya adalah tutup poin, merekrut , dan membina (mentraining).
# Oriflame adalah sebuah bisnis sehingga untuk mendapatkan bonus ada kerja atau usaha yang harus dilakukan. Kalau ingin mendapat penghasilan dan bonus seperti yang tercantum dalam Success Plan Oriflame, maka harus melakukan 3 cara kerja tersebut.

Continue reading

Modal Bisnis Oriflame

Modal berbisnis Oriflame tidak hanya uang.
Mari kita simak modal apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis Oriflame berdasar training yang saya dapat dari leader Oriflame :

1. Modal impian
Sebelum gabung Oriflame sangat penting untuk menetapkan tujuan terlebih dulu. Salah satu tujuan gabung adalah menjadi pebisnis. Jika memutuskan untuk jadi pebisnis maka Anda harus punya target. Target disini adalah target penghasilan Anda.
Contoh :
Anda punya impian dapat penghasilan bulanan seperti karyawan kantoran yang digaji bulanan dengan waktu kerja fleksibel atau dapat diatur sendiri.
Anda juga ingin penghasilan tersebut bisa memenuhi biaya hidup per bulan dan membayar cicilan hutang.
Setelah Anda hitung, target penghasilan Anda per bulan untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah penghasilan 5 juta.
Maka impian Anda untuk dapat 5 juta per bulan adalah salah satu modal Anda berbisnis Oriflame.
Saya yakin setiap orang punya impian karena setiap orang punya kebutuhan yang berbeda.

Continue reading

Contoh Etika Percakapan Telepon Bisnis-Follow Up Penawaran

Posting kali ini adalah contoh etika percakapan telepon bisnis jika penelepon melakukan follow up penawaran:
Teti : “Selamat pagi, bu Dini. Saya Teti dari “Kosmetik Alami”. Dua hari yang lalu saya meninggalkan katalog produk di rumah ibu.”
Dini: “Selamat pagi, mbak Teti. Iya saya masih ingat.”
Teti : “Maaf apa saya mengganggu bu?”
(pastikan penerima telepon benar-benar leluasa waktunya ketika menerima telepon)
Dini: “Oh tidak mengganggu kok bu. Kebetulan ada yang ingin saya tanyakan.”
Teti : “Terima kasih. Silahkan, bu. Ada yang bisa saya bantu?”
Dini: “Saya kerja di kantor, mbak Teti. Tidak memiliki banyak waktu di pagi hari untuk pakai pelembab dan alas bedak. Jadi saya langsung pakai bedak di wajah saya. Apa BB cream bisa jadi pengganti pelembab dan alas bedak?”
Teti : “Baik, bu Dini. Sebelumnya saya perlu tahu dulu jenis kulit ibu.”

Continue reading

Examples of Business Phone Etiquette (2)

1. How to ask the caller about something you didn’t hear clearly
a. Asking phone number:
Amy: “Mr. Brad, may I have your phone number, please?”
Brad: “Sure. It’s 012334567 (zero-one-two-double three-four-five-six-seven).”
Amy: “Let me repeat it. 012334967 (zero-one-two-double three-four-nine-six-seven)?”
Brad: “No, that’s 567 (five-six-seven).”
Amy: “I’m sorry, 012334567 (zero-one-two-double three-four-five-six-seven).”
Brad: “That’s right.”

b. Asking name:
Amy: “May I ask who’s calling?”
Brad: “It’s Brad.”
Amy: “Mr. Brent?”
Brad: “Brad. (Bravo-romeo-alpha-delta).”
Amy: “I’m sorry. Mr. Brad.”
Brad: “That’s right.”

Continue reading