Apa itu MLM?

Ingin dapat penghasilan dari bisnis MLM? Yuk pahami dulu apa dan bagaimana bisnis MLM ini.

Apa yang dimaksud dengan MLM, bagaimana cara kerjanya, apa bedanya dengan sistem lain yang mengatasnamakan MLM dalam menjalankan aktivitasnya, apa keuntungan berbisnis MLM, dsb.

Kita simak satu persatu ya :
1. Pengertian MLM
2. Beda MLM legal, Skema Piramida, dan Money Game
3. Cara Memilih Bisnis MLM
4. Bisnis MLM, Apa Keuntungannya?
5. Tips Sukses Memulai Bisnis MLM
6. Tips Merekrut dalam Bisnis MLM

Pengertian MLM
Apa yang dimaksud MLM?
Multi Level Marketing atau MLM adalah pemasaran yang dilakukan beberapa orang dengan sistem berjenjang (terdiri dari beberapa tingkatan level).
Beberapa orang ini disebut member, sales representative, atau konsultan.
Mereka terdaftar sebagai member (anggota) perusahaan MLM tanpa terikat jam kerja.

Bagaimana cara kerja member perusahaan MLM?
1. Menjual
Member perusahaan MLM bekerja dengan menjual produk.
Mereka merekomendasikan (mempromosikan) produk hingga produk terjual pada konsumen.
Contoh :
Ayi adalah member perusahaan MLM dan bekerja dengan menjual produk.

cara kerja MLM-menjual

 

 

 

 

 

2. Merekrut dan mengajari orang yang direkrut cara menjual
Merekrut adalah mengajak orang bergabung menjadi member di perusahaan MLM.
Dalam perusahaan MLM member memiliki opsi untuk menjadi leader dengan merekrut dan mengajari orang yang direkrut (downline) agar sukses menghasilkan penjualan.
Misalnya :
Ayi tidak hanya menjual produk. Dia juga merekrut Bima dan mengajarinya cara menjual hingga mampu menghasilkan penjualan.

cara kerja MLM-rekrut&training jual

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengapa ada opsi merekrut dan mengajari downline cara menjual?
Misalnya Anda mendapatkan hasil dari berjualan dengan menjual produk pada 12 orang konsumen.
Maka dengan merekrut, Anda bisa mendapatkan 12 orang konsumen dengan mengajari cara berjualan pada 3 orang yang Anda rekrut.
Lebih efektif daripada berjualan sendiri untuk mendapatkan 12 orang konsumen.

3. Mengajari downline cara merekrut
Tidak hanya cara berjualan, Ayi juga mengajari Bima cara merekrut untuk menambah downline (tenaga penjualan) dan menghasilkan penjualan yang lebih besar.
Misalnya :
Bima kemudian berhasil merekrut Citra. Bima mengajari Citra cara menjual dan merekrut.
Dalam proses Bima mengajari Citra, Ayi tetap membimbing Bima untuk memastikan Citra bisa menghasilkan penjualan dan merekrut downline.

Selanjutnya Citra berhasil menjual produk dan merekrut downline (Didik)
Ilustrasi skemanya:
cara kerja MLM-rekrut&training jual-rekrut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disebut multi level karena ada level atau jenjang karir yang bisa dicapai dalam perusahaan MLM jika member bisa mencapai omset penjualan dalam jumlah tertentu.

Jenjang karir dalam MLM pada umumnya ada Manager, Direktur bahkan Presiden Direktur.

multi level

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apakah Member Harus Menjual, Merekrut, dan Mentraining ?
Member melakukan kerja menjual, merekrut, dan mentraining (mengajari downline) jika ingin mendapat penghasilan. Jika tidak ingin mendapat penghasilan, member bisa sekedar memakai produk untuk kebutuhan pribadi dan mendapat keuntungan berupa harga khusus member.
Di perusahaan MLM yang produknya berkualitas, akan selalu ada konsumen yang kemudian gabung menjadi member hanya untuk memakai produk dan mendapat harga diskon.

Skema Komisi
Skema komisi adalah skema perusahaan MLM dalam memberikan penghargaan atas hasil kerja member.
Setiap perusahaan MLM memiliki skema yang berbeda.
Secara umum skemanya adalah sebagai berikut :
1. Komisi dari penjualan
# Untuk memotivasi member dalam menjual produk.
# Member mendapat komisi dari hasil penjualan.
Semakin banyak menjual, semakin besar komisi.
Besarnya komisi yang diterima adalah persentase tertentu dari hasil penjualan.
# Di kehidupan sehari-hari kita juga sering merekomendasikan produk yang kita pakai pada keluarga atau teman kita. Jika penjual produk memiliki program reward (penghargaan) semacam hadiah produk atau diskon pembelian produk tertentu bagi pemberi rekomendasi, kita bisa mendapat keuntungan dari penjualan produk tersebut. Namun jika tidak ada program reward, kita tidak mendapat apa-apa.

2. Komisi dari mengajari downline cara menjual dan merekrut
# Untuk memotivasi member mengajari downline.
# Member mengajari downline cara menjual dan akan mendapat komisi jika downline berhasil menjual produk.
Artinya member mendapat komisi dari hasil kerjanya mengajari downline.
# Member juga akan mengajari downline cara merekrut untuk menambah jumlah tenaga penjualan dan menghasilkan penjualan lebih besar.
# Perlu diperhatikan bahwa member tidak mendapat komisi dari merekrut.
Member mendapat komisi jika downline-downline yang direkrut dan ditraining bisa menghasilkan penjualan.
Semakin bagus training yang diberikan, semakin banyak penjualan yang dihasilkan, semakin besar komisi.
# Perhitungan komisi dilakukan dengan sistem perhitungan penghasilan yang adil dimana komisi diberikan sesuai hasil kerja member.

Persamaan perusahaan MLM dan non MLM

Persamaan MLM-Non MLM

 

 

 

 

Perbedaan perusahaan MLM dan non MLM

Perbedaan MLM&Non MLM
Dalam perjalanannya, di masyarakat berkembang stigma negatif mengenai sistem MLM dengan maraknya praktek penipuan yang cara kerjanya menyerupai MLM.

Bisnis berkedok MLM ini menjalankan usahanya dengan skema piramida dan money game. Skema yang ditawarkan adalah skema cepat kaya. Hanya melakukan sedikit usaha namun bisa mendapat keuntungan melimpah.

Lalu bagaimana membedakan MLM legal dengan skema piramida dan money game?

Referensi :
http://firstclassmlm.com/2007/11/29/what-is-mlm/
http://firstclassmlm.com/2007/12/05/how-mlm-works/


Beda MLM Legal, Skema Piramida, dan Money Game

Dalam perkembangannya sistem MLM mendapat hambatan dengan munculnya praktek skema piramida dan money game yang menjalankan operasinya dengan kedok MLM. Banyak masyarakat yang kemudian jadi berpandangan negatif dan anti dengan MLM karena mengira MLM sama dengan praktek bisnis ilegal tersebut.

Karena memiliki struktur segitiga dan berbentuk piramida, MLM dianggap sebagai skema piramida.

skema MLM

 

 

 

 

 

 

 

Tentu saja ini salah. Banyak organisasi memiliki struktur berbentuk piramida namun bukan skema piramida. Dalam organisasi tersebut ada sistem manajemen dimana setiap orang membawahi beberapa orang. Orang yang membawahi beberapa orang ini biasanya disebut manager. Kemudian beberapa orang ini juga akan membawahi orang lain.

Misalnya, struktur organisasi sebuah bisnis :
Jika Anda menjalankan bisnis dan konsumen Anda semakin hari semakin bertambah, Anda akan butuh orang untuk membantu. Misalnya, Anda menyewa 3 asisten maka struktur organisasi bisnis Anda akan berbentuk piramida (segitiga).

Dalam MLM, seseorang mendaftarkan orang lain (member baru) dan mentrainingnya cara menjual produk dan merekrut member baru. Bentuk piramida dari MLM bukan berarti MLM menjalankan aktivitasnya dengan skema piramida atau scam. Jika sebuah perusahaan membayar orang dalam beberapa level atau tingkatan tidak juga berarti perusahaan itu disebut skema piramida.

Bisnis dengan skema piramida dan money game memang menyerupai MLM. Bisnis ini ilegal dan tidak diakui pemerintah. Pemerintah mengeluarkan peraturan bahwa perusahaan yang menjalankan bisnis MLM legal atau resmi adalah perusahaan MLM yang memiliki SIUPL (Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung) dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).

Perusahaan MLM legal wajib memiliki SIUPL. Namun setiap perusahaan yang memiliki SIUPL belum tentu tergabung dalam APLI.

APLI adalah Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia dan diakui oleh WFSDA (World Federation of Direct Selling Association). APLI melakukan monitor terhadap anggotanya agar tetap pada sistem yang legal. Jadi setelah SIUPL terbit, biasanya perusahaan MLM juga akan mendaftar menjadi anggota APLI.

Perusahaan MLM yang memiliki SIUPL dan terdaftar di APLI memudahkan masyarakat untuk mengetahui dengan cepat bahwa perusahaan MLM tersebut adalah legal.

Untuk perusahaan MLM dengan produk makanan kesehatan dan produk kecantikan juga wajib memiliki surat ijin BPOM  (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Lalu bagaimana dengan praktek skema piramida dan money game? Perusahaan dengan skema tersebut tidak memiliki SIUPL apalagi terdaftar di APLI.

Selain syarat legal dengan surat resmi, ada baiknya kita juga mengenali perbedaan skema antara  bisnis MLM legal dan bisnis yang berkedok MLM (skema piramida dan money game).

Ciri MLM Legal
1. Produknya memiliki harga yang wajar, kualitas sesuai dengan harga produk.
Produk ini dijual melalui para distributor (member). Produk juga bergaransi serta telah melalui uji penelitian dan pengembangan.

2. Biaya pendaftaran tidak terlalu mahal dan besarnya sesuai dengan fasilitas yang didapat.
Fasilitas yang didapat misalnya starter kit yang biasanya berisi kartu member, katalog, flyer dan sebagainya. Ada juga yang mendapat tambahan fasilitas online seperti web replika, autoresponder serta akses untuk menjalankan bisnis tersebut. Untuk pendaftaran, setiap member hanya diijinkan memiliki 1 nomor keanggotaan.

3. Marketing plan jelas, transparan, dan mudah dipelajari.
Setiap member memiliki peluang yang sama untuk berpenghasilan. Penghasilan berupa komisi, bonus ataupun reward lainnya diperoleh member berdasar persentase dari hasil penjualan baik secara pribadi maupun grup (jaringan).

Berlaku konsep semakin giat member dalam bekerja maka akan semakin besar penghasilan yang diperoleh.  Jadi pencapaian seorang member bisa melebihi upline-nya jika memang dia lebih giat bekerja.

4.  Pola bisnisnya adalah mengembangkan jaringan yaitu merekrut dan melakukan training.
Training bertujuan agar member baru bisa mengembangkan penjualan produk serta jaringan untuk memperluas distribusi produk. Semakin luas jaringan akan semakin luas area penjualan produk. Kemungkinan volume penjualan yang lebih besar juga bisa tercapai dengan terbangunnya jaringan yang aktif.

Ilustrasi MLM Legal
Ilustrasi 1:

  • Asri tertarik dengan produk perusahaan MLM “Cerah” dan membelinya. Asri-pun gabung sebagai member di perusahaan tersebut. Sebagai member, Asri mendapat diskon harga produk.
  • Selain memakai sendiri produknya, Asri juga menjual produk dan mendapat beberapa konsumen. Dari beberapa konsumen ada 5 orang yang tertarik untuk gabung di bisnis MLM “Cerah”. Asri mendaftarkan 5 orang ini sebagai member dan mengajari cara berjualan.
  • Jika ke-5 orang ini berhasil menjual produk, perusahaan akan membayar komisi pada Asri atas keberhasilannya mentraining 5 orang tersebut. Komisi yang didapat adalah persentase tertentu dari volume produk yang terjual.
  • Tidak hanya mentraining cara berjualan, Asri juga mengajari cara merekrut dan mentraining member.

Ilustrasi 2:
Asri mendaftarkan Bejo sebagai member. Bejo kemudian membeli produk dan memakai sendiri untuk mendapatkan manfaat produk tersebut. Meskipun ada kemungkinan setelah memakai produk Bejo tidak menyukai produknya, namun ini tidak disebut skema piramida.

Ciri Skema Piramida
Skema piramida fokus pada aktivitas merekrut dengan menjanjikan uang dalam jumlah besar yang bisa didapatkan dengan mudah. Anggota dalam skema piramida fokus pada mendaftarkan anggota baru, bukan mendapatkan konsumen (menjual produk).

Dalam skema ini penghasilan didapat dengan cara merekrut. Ketika seseorang direkrut  dan membayar sejumlah uang pendaftaran, uang inilah yang digunakan untuk membayar orang yang merekrut dan lapisan di atasnya. Tentu saja ini hanya menguntungkan orang yang duluan bergabung. Semakin banyak merekrut, semakin besar penghasilannya. Biasanya tidak ada produk dalam skema ini. Kalaupun ada, produk tersebut hanya untuk menyamarkan kegiatan operasionalnya.

Ilustrasi Skema Piramida
Orang yang direkrut akan diminta untuk membayar biaya pendaftaran yang mahal. Mahalnya biaya pendaftaran ini digunakan sebagai alasan untuk pembelian produk. Produk dalam skema piramida biasanya adalah produk yang tidak bermanfaat, tidak baik kualitasnya dan tidak bernilai di pasaran sehingga sulit dijual. Biaya pendaftaran yang mahal digunakan untuk membayar komisi orang yang merekrut dan orang yang posisinya di atas perekrut.

Misalnya, Anda harus membayar Rp 6.000.000 untuk menjadi anggota skema piramida. Di skema piramida tidak ada pengaruh penjualan produk dalam perhitungan penghasilan. Anda juga tidak mendapat training mengenai penjualan produk karena aktivitas  yang dilakukan fokus pada merekrut. Dari Rp 6.000.000 ini Rp 3.000.000 digunakan untuk membayar perekrut dan Rp 3.000.000 sisanya untuk membayar orang yang posisinya di atas perekrut. Jika Anda ingin dapat penghasilan maka Anda harus merekrut. Tidak bisa dengan berjualan produk karena tidak ada pengaruh volume penjualan produk dalam penghasilan yang diperoleh. Padahal untuk merekrut anggota baru peluangnya sangat kecil sehingga resiko kehilangan uang lebih besar. Jadi tanpa merekrut Anda sudah kehilangan Rp 6.000.000 dan tidak akan mendapat penghasilan.

Secara ringkas, ciri-ciri skema piramida adalah sebagai berikut :
1. Komisi atau bonus bukan berdasarkan volume penjualan produk melainkan atas terbentuknya suatu jaringan berbentuk piramida dengan format jumlah anggota tertentu. Pendekatan lebih kepada rekrutmen anggota baru daripada menjual produk. Titik berat cara kerjanya adalah dengan merekrut untuk mendapat penghasilan cepat. Tidak ada pengaruh penjualan produk dalam penghasilan yang diperoleh.

2. Harga produk mahal dan tidak sebanding dengan kualitasnya.
Produk biasanya adalah produk yang tidak bermanfaat, kurang berkualitas serta tidak bernilai di pasaran. Akibatnya tidak ada kebutuhan pasar atas produk tersebut dan produk menjadi sulit dijual. Tentu saja ini merugikan anggota.

3. Biaya pendaftaran sangat mahal, digunakan untuk membayar komisi anggota lama, yaitu orang yang merekrut dan orang yang posisinya di atas perekrut.

4. Satu orang diijinkan membeli lebih dari 1 keanggotaan dengan nama yang sama (disebut kavling).

5. Anggota yang bergabung lebih dulu akan memperoleh penghasilan yang lebih besar karena penghasilannya didapat dari merekrut anggota baru. Oleh karena itu upline (yang bergabung lebih dulu) penghasilannya akan selalu lebih besar daripada downline (yang gabung belakangan). Jadi, tidak ada konsep perhitungan penghasilan yang adil sebagaimana bisnis MLM yang murni (legal).

6. Tidak ada program pembinaan dan training (pelatihan) untuk penjualan produk karena fokusnya hanya pada merekrut.

Ciri Money Game
Money game menggunakan skema Ponzi. Skema ini pertama kali dipraktekkan oleh Charles Ponzi pada tahun 1920 di Boston, USA. Dalam skema ini seseorang akan mendapatkan imbalan bunga yang besarnya tidak wajar dalam waktu tertentu dengan menginvestasikan sejumlah uang.  Imbalan bunga ini besarnya sangat fantastis. Ada yang 10% per bulan bahkan ada juga memberikan imbalan sampai 5% per hari.

Ilustrasi Skema Ponzi
Misalnya, A adalah pelaku money game. A menerima uang dari investor pertama dan menjanjikan padanya bunga tinggi atas uang tersebut. Saat A mendapatkan investor kedua, A akan memenuhi janjinya memberikan bunga tinggi pada investor pertama dengan mengambil sebagian dari uang yang diterima dari investor kedua. Ketika investor ketiga datang, A akan mengambil sebagian uang investor ketiga untuk memenuhi janjinya pada investor kedua.

Jika kemudian pendaftar semakin berkurang atau  tidak ada pendaftar sama sekali maka aliran dana mulai macet. Akibatnya akan ada banyak anggota yang tidak terbayar imbalan bunganya seperti yang dijanjikan. Bukan hanya tidak mendapat keuntungan, mereka juga kehilangan uang yang telah diinvestasikan.
Jadi, investor yang ada di bawah tidak bisa menutup kerugian mereka.

Dalam money game, A akan mendapat semua uang investor.

Wah, panjang juga ya pembahasan mengenai MLM legal dan ilegal ini.
Semoga bisa memberikan wacana baru dan gambaran yang lebih jelas bagi Anda yang ingin memanfaatkan peluang berpenghasilan dengan MLM.

Pilihlah perusahaan MLM yang murni dan legal sehingga pekerjaan yang kita lakukan dan penghasilan yang kita dapat juga berberkah.

Referensi : dari berbagai sumber


Cara Memilih Bisnis MLM

Cara Memilih Bisnis MLM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelum menetapkan bisnis MLM yang akan ditekuni, sebaiknya cermati dulu poin-poin yang harus diperhatikan dalam memilih bisnis MLM. Akan lebih baik jika sebelumnya sudah memahami apa yang dimaksud dengan MLM (Multi Level Marketing) dan apa beda MLM legal, Skema Piramida, dan Money Game sehingga lebih terarah dalam memilih bisnis MLM yang tepat.

Secara ringkas, MLM merupakan sebuah sistem pemasaran yang dilakukan secara berkelompok dalam beberapa level. Konsep berkelompok mewakili semangat kerjasama dalam meraih omset penjualan baik pribadi maupun grup. Ada semangat saling membantu dalam mencapai omset penjualan yang diharapkan.

Lalu bagaimana cara memilih bisnis MLM? Simak tips berikut :
1. Cek profile dan reputasi perusahaan
Melakukan pengecekan bisa melalui internet yang update informasinya sangat cepat.

Pastikan perusahaan MLM tersebut adalah MLM resmi, yaitu memiliki SIUPL (Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung) dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan Kemendag (Kementrian Perdagangan) serta tercatat sebagai anggota APLI.

2. Produknya dibutuhkan secara kontinyu, berkualitas, harga terjangkau
Pilih perusahaan MLM yang produknya selalu dibutuhkan konsumen sehingga mudah dijual dan menjamin keberlangsungan bisnis anda. Contohnya, kosmetik, perawatan tubuh dan obat-obatan alami. Lebih bagus lagi kalau produknya memiliki pangsa pasar beragam, misalnya dibutuhkan pria, wanita, anak-anak. Pastikan juga kualitas produk terjamin dan harganya terjangkau.

Produk perusahaan MLM sebaiknya juga tidak terlalu mahal dan berkualitas rendah.
Jika produknya sangat mahal namun berkualitas rendah, member akan fokus pada merekrut orang baru daripada menjual produk. Ini akan menyebabkan yang mengkonsumsi produknya hanyalah member. Oleh karena itu aktivitas member sangat dipengaruhi harga dan kualitas produk.

Sebaliknya jika produk mahal namun kualitasnya sepadan maka member akan mudah dalam menjualnya karena konsumen bakal antusias dgn produk. Hal ini juga akan membuat perekrutan lebih mudah karena siapapun yang mengkonsumsi produk akan berkeinginan utk menjadi member.

Ketika membeli produk dan mereka menyukai produknya mereka akan berkeinginan untuk menjadi member dan mendapat fasilitas harga member.

Dalam menjual produk lebih baik menjual produk berkualitas tinggi dengan harga kompetitif daripada menjual produk berkualitas rendah dengan harga yang sangat murah.
Konsumen hanya melakukan order berulang untuk produk berkualitas tinggi.

Sebelum gabung di perusahaan MLM sebaiknya Anda gunakan dulu produknya. Jika Anda suka, silahkan gabung di perusahaan MLM tersebut.

3. Ada kantor cabang yang memudahkan pelayanan dan akses secara langsung
Dengan adanya kantor cabang akan memudahkan para membernya dalam menjalankan bisnis termasuk menyampaikan segala masalah yang terjadi di lapangan.

4. Bagi yang muslim, pastikan kehalalan produk dan sistemnya
Untuk kaum muslim, perhatikan benar-benar kehalalan produk dan sistem perusahaan MLM yang dipilih. Bisnis harus halal mulai dari cara memperolehnya supaya rejeki kita juga barokah.

5. Menyediakan fasilitas pendukung bagi para membernya
Pilihlah perusahaan MLM yang menyediakan fasilitas bagi member untuk menjalankan bisnis dengan cepat dan efisien. Misalnya menyediakan fasilitas online untuk pemesanan produk, menyampaikan keluhan, melihat aktivitas jaringan dan bonus, training, dan promosi. Perhatikan juga teknis pembelanjaannya. Apakah pembayaran bisa melalui transfer? Apakah ada fasilitas delivery?

Kita perlu pastikan hal ini agar bisa fokus pada pengembangan bisnis atau jaringan. Tidak perlu dipusingkan atau menghabiskan waktu untuk masalah administrasi.

6. Sistem bisnisnya mudah dipelajari dan diduplikasi
Bisnis MLM pada dasarnya adalah sebuah bisnis yang tetap memerlukan kerja keras untuk berhasil. Meskipun demikian kerja keras ini akan lebih terarah jika sistem bisnisnya mudah dipelajari dan diduplikasi.

Jika sudah banyak member yang sukses, berarti sistemnya mudah dipelajari dan diduplikasi. Akan lebih meyakinkan jika yang sukses itu tidak hanya orang yang punya bakat atau pengalaman bisnis. Semua orang dengan berbagai latar belakang dan profesi terbukti bisa sukses dalam bisnis tersebut.

7. Sistem perhitungan penghasilannya adil
Sistem yang adil menjadi bukti bahwa yang gabung duluan belum tentu penghasilannya melebihi yang gabung belakangan. Sistem perhitungan penghasilan yang adil akan menghindari prasangka buruk ataupun kecemburuan.

Perhatikan skema komisinya. Apakah member akan diberi reward (penghargaan) sesuai usaha yang dilakukan.
Jika skema komisinya hanya memberikan reward pada perekrutan member baru dan tidak memberikan reward pada penjualan produk, maka aktivitas member juga akan terfokus pada merekrut orang baru, bukan pada penjualan produk.

Walaupun perusahaan memiliki produk yang bagus, tapi jika tidak memiliki skema komisi yang memberikan reward atas penjualan produk aktivitas member akan terfokus pada merekrut member baru.
Produk dan skema komisi sangat menentukan aktivitas member.

Perusahaan yang memiliki skema komisi dengan pembayaran terlalu banyak pada member, akan membuat perusahaan tidak bisa bertahan. Skema komisi yang baik adalah skema yang memberikan reward pada member atas penjualan produk, memberikan reward pada leader, dan posisi top levelnya relatif sulit namun bisa dicapai, terbukti dengan adanya leader yang sudah mencapai puncak level tersebut.

8. Apakah perusahaan tersebut akan bertahan dalam jangka panjang
Ini bisa dilihat dari :
a. Produk dan reward yang disediakan buat member. Jika perusahaan tidak menyediakan produk yang berkualitas dan reward yang menarik bagi member maka perusahaan akan kesulitan untuk bertahan.
b. Biasanya setelah beberapa periode waktu perusahaan akan mulai kehabisan konsumen. Amati apakah perusahaan terus berinovasi menciptakan produk baru. Jika perusahaan sudah berdiri lebih dari 10 tahun, perhatikan juga apakah dia membuka cabang di negara lain.
c. Cek perkembangan perusahaan apakah penjualannya meningkat tiap tahun.
d. Amati apakah perusahaan berkomunikasi secara rutin dengan para leader. Leader bisa memberikan saran bagi perusahaan untuk membuat rencana yang lebih baik. Pada umumnya pertemuan leader diadakan rutin 1, 3 atau 6 bulan sekali.

9. Aktivitas training
Apakah training yang ada bisa menghasilkan member yang sukses? Training adalah aktivitas yang paling mempengaruhi aktivitas member secara langsung. Perhatikan apakah training tersebut meliputi materi yang dibutuhkan untuk sukses di bisnis MLM, seperti :

  • Cara menjual produk
  • Cara mendapatkan prospek,
  • Bagaimana meyakinkan prospek untuk bergabung di bisnis MLM
  • Bagaimana membina member.

Bisnis MLM, Apa Keuntungannya?

keuntungan bisnis mlm

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buat yang ingin belajar bisnis sekaligus berpenghasilan, bisnis MLM bisa menjadi pilihan. Apalagi bisnis MLM yang memiliki fasilitas untuk dijalankan melalui jaringan internet. Melalui teknologi internet, kita bisa berbisnis kapan saja dan dimana saja. Lebih hemat waktu dan tenaga plus dapat penghasilan tambahan. Memang tidak selalu dijalankan lewat internet. Kita juga perlu melakukan aktivitas non online alias offline agar bisnis MLM kita bisa berjalan dengan maksimal.

Lebih jelasnya, ini dia keuntungan menjalankan bisnis MLM :
1. Biaya awal yang relatif kecil
Modal awal yang dibutuhkan adalah biaya pendaftaran sebagai member dan sebagai gantinya kita mendapat fasilitas berupa starter kit ataupun akses untuk mendapatkan training dalam menjalankan bisnis MLM. Meskipun demikian kita tetap perlu menyiapkan modal untuk belanja produk, iklan, pulsa untuk sarana komunikasi.

2. Tambah relasi
Dengan bisnis jaringan kita bisa menambah jaringan pertemanan dan relasi, mengenal dan bekerjasama dengan orang-orang baru yang bisa menambah wawasan dan pengetahuan. Tidak hanya soal bisnis melainkan juga tentang kehidupan sehari-hari, minat, hobi, dan sebagainya.

Dalam periode tertentu kita juga berpeluang mengikuti seminar nasional bahkan internasional, artinya kita bisa bersosialisasi juga dengan teman-teman dari negara lain.

Selain bekerjasama dengan orang baru, di bisnis MLM kita bisa bekerjasama dengan keluarga atau teman kita.

3. Jam kerja dan metode kerja yang fleksibel
Kita bisa mengatur jam kerja sesuai dengan waktu yang kita inginkan. Selain jam kerja, metode kerja yang kita gunakan juga fleksibel. Kita bisa memilih dengan metode apa kita akan mengembangkan bisnis MLM. Apakah dengan metode online seperti YM, email, sosial media ataupun dengan cara offline seperti membuat janji bertemu dengan prospek. Jam kerja dan metode kerja yang fleksibel inilah yang membuat bisnis MLM bisa dikerjakan kapan saja dan dimana saja.

4. MLM sebagai transisi utk kepemilikan bisnis
Bagi yang ingin menjalankan bisnis MLM, kita punya pilihan untuk menjalankan secara full time atau part time. Tentunya ini tergantung dari aktivitas kita.

Untuk karyawan kantoran, pada umumnya mengawali berbisnis MLM secara part time dan ingin mendapat penghasilan tambahan. Jika nantinya penghasilan MLM yang didapat sudah hampir sama atau melebihi gaji dari kantor, ada di antara mereka yang memilih berhenti bekerja dan menjalankan bisnis MLM secara full time. Ada juga yang tetap bekerja dan menjalankan bisnis MLM secara part time.

5. MLM sebagai jalan untuk meraih mimpi
Banyak orang yang memiliki mimpi yang tersembunyi di balik tidak ada waktu, tidak ada uang atau tidak tahu bagaimana caranya. Kebanyakan orang gabung MLM untuk membangun bisnis yang memiliki kebebasan dan fleksibilitas untuk mengejar mimpi mereka.

Mimpi yang ingin dikejar umumnya adalah kesejahteraan. Walaupun MLM tidak membutuhkan biaya awal yang besar untuk memulai namun tetap diperlukan usaha untuk meraih kesejahteraan yang diinginkan.

6. Resiko kecil
Dalam bisnis MLM resikonya cenderung kecil. Pembelanjaan produk dalam bisnis MLM sebenarnya adalah modal untuk menambah penghasilan baik untuk digunakan sendiri maupun dijual. Produk dalam bisnis MLM memiliki poin tertentu yang dijadikan acuan bagi member dalam melakukan pembelanjaan. Jika poin mencapai jumlah tertentu maka akan ada reward berupa produk ataupun uang.

Jika memilih bisnis MLM yang tepat maka kita akan selalu mendapat peluang untuk menjual produk berkualitas yang dibutuhkan customer dan tinggi permintaannya. Produk yang tidak hanya memberi peluang penghasilan tambahan tapi juga keyakinan untuk menggunakannya sendiri.

7. Passive income
Passive income adalah penghasilan rutin bulanan yang berasal dari persentase penjualan grup di bisnis MLM. Penjualan grup terdiri dari penjualan pribadi member dan orang-orang yang direkrut (downline). Semakin besar jumlah downline yang aktif melakukan penjualan dalam jaringan, semakin besar passive income yang didapatkan member. Simak posting “Pengertian Multi Level Marketing” untuk mengetahui lebih jauh cara kerja bisnis MLM. Pastikan kita tergabung dalam perusahaan MLM yang resmi dan legal agar passive income yang diperoleh berasal dari perhitungan penghasilan yang adil.

Skema perhitungan passive income yang adil mencerminkan penghasilan sesuai dengan kerja keras upline maupun downline. Upline tidak bisa hanya santai-santai menunggu bonus sementara downline kerja keras meraih penjualan. Lalu bagaimana cara mengetahui ciri bisnis MLM yang resmi dan legal? Silahkan simak posting “Beda MLM Legal, Skema Piramida, dan Money Game

8. Fasilitas training
Di bisnis MLM, member akan mendapatkan training untuk menjalankan bisnis MLM baik dari perusahaan MLM maupun upline (orang yang posisinya di atas member). Pada umumnya training meliputi product knowledge (pengetahuan produk), cara berjualan,training merekrut dan membimbing member baru. Tidak hanya secara offline training bisnis MLM saat ini banyak dilakukan secara online, misal melalui milis, forum, video training serta ebook.

9. Pengembangan diri
Training yang diperoleh selain bermanfaat untuk pengembangan jaringan downline juga bermanfaat untuk pengembangan diri (self development). Salah satunya adalah kemampuan untuk berbicara di depan orang banyak (public speaking).

10. Tidak perlu karyawan
Dalam bisnis MLM tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membayar gaji karyawan. Member yang tergabung adalah pelaku bisnis independen yang bekerja sama dan saling support untuk membangun bisnis MLM.

11. Tim kerja
Menjalankan bisnis MLM tidak dilakukan seorang diri. Kita akan tergabung dalam sebuah jaringan. Sebagai downline, jaringan upline akan memberikan support secara kontinyu untuk mengembangkan bisnis. Hal yang sama juga kita lakukan terhadap jaringan downline kita. Jika kita aktif memberikan support kepada jaringan downline, mereka akan berkembang menjadi jaringan yang aktif dan memperbesar peluang bisnis MLM kita untuk berkembang pesat.

12. Membantu orang
Misalnya, Anda adalah member perusahaan MLM dengan produk perawatan wajah.
Ketika mendapat training tentang cara menjual produk perawatan wajah, Anda juga akan belajar mengenai manfaat produk. Ilmu ini bisa Anda gunakan untuk membantu orang lain yang ingin merawat wajah dan tampil cantik.

Dalam bisnis MLM Anda juga bisa membantu orang mendapat penghasilan yang dia inginkan dan meraih kebebasan finansial.

Anda akan mendapat reward atau penghargaan jika Anda bisa membantu orang lain mengetahui cara merawat wajah yang benar dan membantu dia meraih kebebasan finansial.

13. Penghasilan MLM untuk dana pensiun
Kita bisa merencanakan penghasilan MLM untuk dana pensiun utama atau sebagai tambahan dari dana pensiun yang sudah ada.

Referensi gambar : pexels.com


Tips Sukses Memulai Bisnis MLM

Tips Sukses Bisnis MLM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam bisnis MLM kita akan banyak berinteraksi dengan orang dari berbagai kalangan atau profesi. Dengan waktu kerja fleksibel setiap orang memiliki kesempatan sama untuk sukses dalam bisnis MLM. Karyawan, ibu rumah tangga, mahasiswa, bahkan wirausahawan dengan aktivitas seabreg sekalipun.

Setiap orang juga memiliki tujuan yang berbeda ketika memilih untuk menekuni bisnis MLM. Ada yang sekedar ingin mendapatkan diskon dalam menggunakan produk, mendapatkan laba dari produk yang dijual ataupun mengembangkan jaringan untuk mendapat reward penghasilan bulanan, mobil, travelling ke luar negeri, dsb.

Nah, bagi yang ingin terjun dalam bisnis MLM, simak tips sukses bisnis MLM berikut :
1. Susunlah tujuan Anda bergabung di bisnis MLM
Apa tujuan Anda bergabung di bisnis MLM? Tulis dan tempelkan di tempat yang setiap hari Anda lihat. Ini akan menjaga Anda untuk tetap fokus dalam berbisnis. Pecahkan tujuan utama tersebut menjadi lebih spesifik. Tujuan yang spesik akan memudahkan kita memilah pencapaian tujuan tersebut untuk jangka pendek-menengah-panjang. Pertimbangkan berapa penghasilan yang ingin didapat sehingga kita bisa menentukan berapa penjualan dan tenaga penjualan yang akan kita rekrut setiap bulan. Pecahkan lagi target tersebut menjadi target mingguan dan harian. Ini akan jadi panduan kita dalam menjalankan bisnis MLM.

2. Buat jadwal dan tepati
Buat jadwal berdasarkan target yang sudah kita buat. Rencanakan aktivitas bisnis MLM kita dalam jadwal tersebut. Luangkan waktu minimal 3 jam per hari atau sekitar 20 jam per minggu untuk menjalankan bisnis ini. Kita harus disiplin terhadap jadwal yang kita buat. Terkadang memang sulit untuk mematuhi jadwal yang kita buat sendiri. Tapi kita harus paksa diri kita untuk melawan kemalasan yang hanya akan menghambat kemajuan kita.

3. Memiliki komitmen
Untuk sukses berbisnis MLM kita harus memiliki komitmen terhadap bisnis ini. Mulai dengan niat dan aksi yang sungguh-sungguh untuk menjalani proses menuju sukses hingga sampai di tujuan yang kita impikan.

Salah satu bentuk komitmen adalah bersedia mempelajari sistemnya dan mempraktekkan. Dapat ilmunya,  langsung praktekkan. Kita juga bisa mencari sendiri sumber untuk kita pelajari misal buku yang membahas mengenai MLM dan situs-situs yang membuka wawasan berbisnis MLM.

4. Kenali produknya
Melalui training kita bisa punya panduan untuk memakai atau menjual produk. Yang perlu kita perhatikan kita harus tahu kelebihan dari produknya. Pelajari produknya dan cari tahu produk apa saja yang jadi unggulan serta produk baru. Gunakan sendiri produknya hingga kita bisa merasakan khasiatnya dan menceritakan pada orang lain.

5. Keluar dari zona nyaman Anda
Ada kalanya kita merasa tidak nyaman dalam melakukan action. Apalagi jika itu adalah hal yang baru. Mungkin ada rasa tidak percaya diri, malu, gengsi atau ragu-ragu yang menghalangi kita untuk action. Misalnya, ketika menghadapi penolakan. Mungkin di awal akan merasa sakit hati atau kecewa. Tapi lama-lama kita akan biasa kok. Di balik beberapa penolakan pasti ada yang bakal menerima tawaran kita. Yang penting terus belajar sehingga kita bisa belajar cara menghadapinya.

Bertahan di zona nyaman tidak akan membantu mewujudkan kesuksesan yang kita kita inginkan. Bahkan bisa menggerus keyakinan kita terhadap bisnis ini dan kemudian menyerah di tengah jalan.

Paksa diri kita untuk keluar dari zona nyaman. Ingatlah apa yang jadi motivasi terbesar kita dalam melakukan bisnis ini. Lakukan rencana menuju sukses yang sudah kita buat dengan tekun, konsisten dan disiplin. Insya Allah kita akan berada di zona yang benar-benar nyaman. The real comfort zone 🙂

6. Bimbing dan support terus downline Anda 
Bimbing dan bantu downline Anda mencapai kesuksesan yang mereka inginkan. Bantu mereka meraih keinginan mereka. Kesuksesan mereka berarti juga kesuksesan Anda. Ada kalanya mereka juga butuh bimbingan dalam bentuk motivasi yang bisa membuat mereka optimis dan pantang menyerah.

7. Selalu motivasi diri Anda sendiri
Caranya antara lain rajin baca buku atau website yang berhubungan dengan motivasi dan berkumpul dengan orang-orang yang selalu berpikiran positif.

Ini berguna untuk pengembangan diri Anda sendiri dan downline-downline Anda. Mereka bisa merasakan support Anda dalam bentuk motivasi serta menularkannya pada downline-downline baru.

8. Optimis
Yakinkan pada diri Anda bahwa Anda bisa. Optimislah bahwa Anda bisa meraih apa yang Anda inginkan. Jalani aktivitas bisnis Anda dengan penuh semangat. Bagaimana Anda bisa meyakinkan orang jika Anda sendiri pesimis dan tidak semangat dengan bisnis yang Anda geluti ? Anda akan kesulitan mencapai tujuan jika Anda sendiri tidak yakin akan sukses. Berpikir positif atas segala pengalaman yang mungkin tidak nyaman atau tidak mengenakkan. Sukses itu berproses. Tidak bisa diraih dengan instan. Harus sabar dan selalu optimis untuk bisa mewujudkannya.

9. Berdoa
Ini adalah hal yang sangat penting. Mintalah apa yang menjadi keinginan kita. Mohon juga agar kita senantiasa dituntun oleh-Nya. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita percaya dengan kuasa-Nya. Kita harus yakin doa kita akan dikabulkan dan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai tujuan.

Buat yang ingin menjalankan bisnis MLM, dengan tips memulai bisnis MLM ini mudah-mudahan sudah tidak bingung lagi ya.

Referensi gambar : picjumbo.com


Tips Merekrut dalam Bisnis MLM

Tips Merekrut Bisnis MLM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam bisnis MLM, merekrut adalah nyawanya bisnis ini. Pengertian MLM adalah sistem pemasaran yang dilakukan oleh beberapa orang (disebut member, sales representative, atau konsultan) dalam beberapa level. Pasti Anda sudah paham mengenai MLM. Simak lagi “Pengertian Multi Level Marketing”.

Merekrut dilakukan dengan 2 cara, online dan offline.
Online melalui jaringan internet sedangkan offline melalui presentasi atau bertemu langsung dengan prospek.

Kali ini saya akan share beberapa tips merekrut downline dalam bisnis MLM :
1. Harus percaya diri alias pede.
Kalau tidak percaya diri, orang tidak akan percaya juga dengan kita. Bayangkan kalau kita tawarkan bisnis MLM ini dengan malu-malu kucing 🙂 Kita harus yakin dengan kemampuan kita. Yakin kalau kita bisa meyakinkan orang lain untuk bergabung dengan bisnis MLM. Nah, biar yakin tentunya kita harus ke poin no.2 ini : Paham produk dan sistem bisnisnya.

2. Paham  produk dan sistem bisnisnya.
Bagaimana kita bisa menjelaskan pada orang lain kalau kita sendiri tidak paham mengenai produk dan sistem bisnisnya? Kenali produknya dengan cara menggunakan sendiri. Dengan menggunakan sendiri kita bisa memberikan rekomendasi berdasar pengalaman dalam menggunakan produk dan merasakan khasiatnya. Tidak harus semua produk. Gunakan saja beberapa produk yang kita andalkan.

Kalau tentang sistem bisnis itu bisa dipelajari kok. Cuma memang harus punya semangat untuk belajar dan bekerja keras.

3. Yakinkan bahwa bisnis MLM ini bisa menjawab kebutuhan prospek.
Untuk itu Anda harus tahu dulu apa kebutuhan prospek. Ajak bicara dengan santai supaya mereka juga cerita dengan sukarela apa yang mereka butuhkan. Kalau di bisnis yang saya jalani, bisnis Oriflame, awalnya orang-orang bergabung karena ingin dapat penghasilan bulanan tanpa terikat jam kerja. Jadi semacam dapat gaji per bulan dari kantor namun waktu kerjanya fleksibel. Tapi lama kelamaan ketika jenjang karir (level) terus meningkat mereka juga ingin cash award (hadiah uang di luar penghasilan bulanan), mobil, jalan-jalan ke luar negeri, dsb.

Oleh karena itu pahami betul apa benefit atau keuntungan bisnis ini sehingga kita bisa dengan mudah menyambungkan dengan kebutuhan mereka.

4. Follow Up
Ketika menceritakan bisnis MLM Anda, terkadang prospek tidak langsung menjawab atau belum merespon. Bisa jadi karena mereka belum paham atau belum tertarik. Oleh karenanya Anda perlu follow up. Kontak mereka dan tanyakan apa yang sudah mereka ketahui berdasar informasi yang mereka terima sebelumnya. Tanyakan apa yang belum jelas sehingga kita juga lebih terarah ketika melakukan follow up.

5. Ceritakan kesuksesan leader
Jika Anda baru bergabung, Anda bisa ceritakan leader yang sudah terlebih dulu sukses.

6. Pastikan prospek tahu modal yang dibutuhkan
Kalau MLM resmi seperti Oriflame, bisnisnya memang bisnis yang tidak main-main, tidak bohongan, tidak model instan. Ada prosesnya. Ini bisnis sebagaimana bisnis pada umumnya yang perlu modal waktu, energi, selain uang tentunya. Semua yang menjalankan bisnis ini juga punya aktivitas rutin di luar bisnis. Makanya diperlukan investasi waktu dan energi tersendiri. Kalau uang jelas dibutuhkan untuk membership fee (uang keanggotaan), belanja produk, pulsa, komputer dan koneksi internet, transport untuk training offline, dan saat ini sudah banyak yang menyiapkan modal untuk buat blog sendiri. Modal buat blog biasanya adalah untuk beli domain dan sewa hosting (domain sekitar 100.000 per tahun, hosting sekitar 25.000-36.000 per bulan), tergantung kebutuhan.

Oke deh, semoga bermanfaat dan selamat merekrut ya 🙂