idekerjadirumah.com

Kerja di Rumah dengan Bisnis MLM Oriflame

Contoh Etika Percakapan Telepon Bisnis-Mencatat Pesan Penelepon

Dalam posting “Contoh Percakapan Telepon Bisnis Etis dalam Perusahaan-Part 1saya sudah berikan contoh etika percakapan telepon bisnis jika orang yang dicari tidak ada di tempat dan penelepon meninggalkan pesan. Kali ini saya akan berikan contoh yang berbeda dengan topik yang sama.

Ketika menerima telepon, jangan lupa dengan etika meminta ijin penelepon jika harus menunggu.

Contoh :
Sari   : “Happy Web Design, selamat pagi, dengan Sari, ada yang bisa dibantu?”
Tono : “Selamat pagi, bu Sari. Bisa saya bicara dengan pak Yono?”
Sari   : “Maaf saya bicara dengan bapak siapa?”
Tono : “Saya Tono dari PT. Properti Sukses.”
Sari   : “Baik, pak Tono. Maaf keperluannya apa pak?”
Tono : “Saya butuh informasi tentang pembuatan website.”
Sari   : “Baik, saya sambungkan dengan pak Yono. Bisa ditunggu sebentar?”
Tono : “Baik, saya tunggu.”

Continue reading

Contoh Percakapan Telepon Bisnis Etis-Mengarahkan Salah Sambung

Ketika menghubungi sebuah kantor atau perusahaan kadang kita menjumpai nomor telepon atau nomor ekstensi ke beberapa divisi.
Adakalanya penelepon salah menekan nomor telepon atau nomor ekstensi yang dituju.

Jika ada penelepon yang salah sambung seperti ini, bantu arahkan dengan mentransfer ke nomor ekstensi yang sesuai. Jangan biarkan dia mencari sendiri informasinya.

Hindari mengatakan :
”Maaf ibu salah nomor ekstensi. Kami tidak menangani masalah itu”.
Continue reading

Contoh Percakapan Telepon Bisnis Etis-Menerima Pesanan

Pada posting kali ini saya ingin berbagi contoh percakapan telepon bisnis etis saat menerima pesanan barang.

Vina (Customer Service) menerima telepon untuk pemesanan barang :
Vina : “PT. Beauty Care, selamat pagi, dengan Vina, ada yang bisa dibantu?”
Tita  : “Selamat pagi, bu Vina. Saya Tita dari PT. Shiny Skin. Saya mau pesan 100 dus produk “Great”.”
Vina : “Baik, bu Tita. Mohon maaf untuk pemesanan akan saya sambungkan langsung ke Pak Dito di Bagian Marketing. Bisa ditunggu sebentar bu?”
Tita : “Baik, bu. Terima kasih.”
Vina : “Sama-sama, bu Tita.”

Continue reading

Contoh Etika Percakapan Telepon dalam Bisnis-Part 2

Halo, kali ini saya kembali akan berbagi contoh etika percakapan telepon bisnis di perusahaan dalam beberapa kondisi khusus. Silahkan disimak ya :

1. Menanyakan pada penelepon jika ada yang kurang jelas
# Menanyakan nomor telepon :
Wati     : Bu Nadya, boleh saya minta nomor yang bisa dihubungi?
Nadya  : Boleh, bu. Ini nomor saya 0122345678.
Wati     : Saya ulang ya Bu. 0123345678?
Nadya  : Bukan, bu. 0122345678
Wati     : Maaf, 0122345678 ?
Nadya  : Iya benar, bu Wati
Wati     : Terima kasih, bu Nadya
Nadya  : Sama-sama.

Continue reading